skip to main | skip to sidebar

Anton Soedjarwo19

aksi untuk masa depan

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit

Minggu, 23 Januari 2011

Hendaklah kita tenang dalam menanggapi segala hal

Diposting oleh antonz d'line di 12.00
sumber Chocolatos pada 23 Januari 2011 jam 11:38

Terkadang kita sebagai manusia sering kali tergesa-gesa dalam segala hal, baik berbicara, berkomentar, bertindak atau apapun itu. Namun terkadang kita tidak menyadari bahwa tindakan kita bisa mengakibatkan tidak bisa terpecahkannya masalah yang ada malah semakin menenggelamkan dalam kegelapan. Hendaklah kita tenang dan mengambil tindakan atau perkataan dengan tidak tergesa-gesa.
Ada sebuah cerita yaitu seorang tukang kayu. Ada seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu.
Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut.
Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.
"Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini ?", tanya si tukang kayu.
"Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak. Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada", jawab anak itu.
Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam 'kesibukan dan kegaduhan'. Ada baiknya kita menenangkan diri kita terlebih dahulu sebelum mulai melangkah menghadapi setiap permasalahan.
Hendaklah kita tenang dalam menanggapi segala hal, jangan terburu berucap ataupun bertindak, sebelum tindakan anda menyebabkan banyak orang rugi dan menderita. Lebih baik diam dan tenang, maka anda akan bisa melihat atau merasakan sesuatu itu benar atau salah.
0 komentar

Lesus Hantam 3 Desa Di Sekaran

Diposting oleh antonz d'line di 11.40

Ditulis Oleh Bagian Humas Pemkab Lamongan   
Tuesday, 04 January 2011
http://www.lamongankab.go.id/images/M_images/lesus.jpg
Bencana alam kembali terjadi di Kabupaten Lamongan. Kali ini angin punting beliung atau lesus menghantam dan meluluhlantakkan rumah-rumah warga di 3 Desa yang ada di Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan, (Minggu, 2/1). Kondisi terparah dialami di Desa Manyar.
            Bupati Lamongan Fadeli dan Wakil Bupati Amar Saifudin sempat meninjau lokasi bencana Senin pagi (3/1). Turut mendampingi Camat Sekaran Yaslikan beserta jajarannya, pimpinan SKPD terkait Kabupaten Lamongan dan Direktur rumah sakit Dr. Soegiri Lamongan.
            Camat Sekaran Yasikan, menyatakan, angin lesus yang menerjang Desanya terjadi pada kemarin siang pada pukul 13.00 disertai dengan hujan dan berlangsung cukup lama sekitar 15 menit. Sementara itu keadaan terparah terjadi di Desa Manyar, sebanyak 18 rumah roboh dan 134 rusak parah.  “Kebanyakan atap atau genteng mereka hancur berantakan tersapu angin, sisanya malah ada yang tidak berbentuk sama sekali alias rata dengan tanah,” katanya.
            “Alhamdulilah korban jiwa meninggal tidak ada, namun kejadian tersebut sempat melukai 3 warga kami, 1 orang mengalami patah tulang terhimpit bangunan yaitu Saminten dan luka sedang dialami Kasmuri dan Kastinah, rata-rata mereka sudah berusia lanjut dan tidak sempat menyelamatkan diri, dan korban luka-luka tersebut sementara dibawa ke tempat pengobatan alternatif sangkal putung karena lokasi Desa kami memang jauh dari pusat kesehatan,” ujarnya.
            Yasikan menambahkan, selain Desa Manyar, angin lesus juga menerjang Desa lain yang masih berada dalam batas wilayah kekuasaannya itu, yaitu Desa Jugo dan Desa Kudikan. “Kedua Desa juga mengalami kerusakan materi tapi tidak separah seperti yang dialami di Manyar, setidaknya Desa Jugo 10 rumah rusak sementara Desa Kudikan 14 rumah yang rusak, total kerugian yang dialami warga kurang lebih 500 juta rupiah,” pungkasnya.
            Sementara itu, Fadeli mengatakan, pada akhir tahun 2010 sampai dengan awal tahun 2011 bencana masih mengintai tidak hanya di Lamongan saja tapi juga di seluruh nusantara. Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat supaya terus waspada dan yang penting cintai lingkungan dan jangan sampai merusaknya. “Kita harus tetap bersyukur bencana yang terjadi di Sekaran tidak sampai menimbulkan korkan jiwa,” katanya.    
                 Disinggung mengenai dana bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah, Fadeli mengatakan, sebanyak 15 juta rupiah diserahkannya langsung kepada Camat Sekaran Yasikan, dan disaksikan beberapa pejabat setempat yang hadir. “Pemerintah akan selalu mengupayakan bantuan dalam bentuk lain,” pungkasnya. Tampak dari unsur TNI AD, Polisi, Pol PP, dan beberapa organisasi kemanusiaan saling bahu membahu membantu memperbaiki yang rusak.
Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 14 January 2011 )
0 komentar

Minggu, 16 Januari 2011

Kaya di Usia Muda

Diposting oleh antonz d'line di 09.08
Kaya di Usia Muda
0 komentar

Cuaca Buruk, Nelayan Kehilangan Penghasilan

Diposting oleh antonz d'line di 09.02
Pasuruan
Sabtu, 15 Januari 2011 11:36
sumber :HARIAN BANGSA

TINGGINYA gelombang laut yang mencapai 7 meter menyusul cuaca buruk
beberapa waktu terakhir, mengakibatkan nelayan di Kota Pasuruan, tidak dapat melaut dan kehilangan penghasilan.
Sejumlah nelayan, dalam sepekan ini sibuk beraktifitas memperbaiki jaring serta alat tangkapan ikan lainnya. Sementara sebagian lainnya, bersama ratusan kapal yang menyandar di Pelabuhan Kota Pasuruan, siang kemarin, memilih memperbaiki kapal seperti mengecat kapal yang terkelupas.
Tinggi gelombang di perairan Laut Jawa saat ini meningkat mencapai 4 hingga 7 meter. Akibatnya, nelayan kehilangan penghasilan utamanya dari mencari ikan, karena laut dalam kondisi berbahaya.
Salah seorang nelayan asal Kel Ngemplak, Ahmadi (50), mengaku selama tidak melaut saat ini hanya mengandalkan uang pinjaman ataupun bekerja sampingan sebagai kuli bangunan, untuk menutup kebutuhan hidup keluarganya.
“Saya hanya bisa ngutang sama bos atau tetangga. Ya kalau ada angkut-angkut pasir atau nyambi kuli bangunan,” ujar Ahmadi di sela-sela memperbaiki jaring.
Cuaca ekstrim tersebut menjadi pantauan serius pihak Kantor Syahbandar V, Pasuruan, yang berlokasi di Pelabuhan Kota Pasuruan. Mengantisipasi kemungkinan buruk, Kantor Syahbandar V memberikan surat larangan kepada nelayan yang memiliki kapal kecil maupun kapal angkutan ekspedisi antar pulau untuk berlayar melaut.
“Kita sudah tempel himbauan kepada nelayan agar tidak melakukan pelayaran karena kondisi laut tidak aman,” kata Yusuf Pramono, Kepala Syahbandar V Pasuruan.
Larangan berlayar bagi nelayan tersebut, belum dipastikan kapan akan dicabut, mengingat cuaca ekstrim terus terjadi dan gelombang di perairan Laut Jawa juga belum menunjukkan adanya penurunan. (han)
0 komentar

Jumat, 29 Oktober 2010

Semburan Awan Panas Kembali Terjadi

Diposting oleh antonz d'line di 15.38
Wira Respati




29/10/2010 13:52
Liputan6.com, Sleman: Semburan awas panas dari Gunung Merapi kembali terjadi pukul 11.24 WIB. Sebelumnya semburan awan panas juga terjadi pukul 06.25 WIB. Sebagian semburan awan panas tertiup angin menuju barat daya dan guguran materialnya tersebar, termasuk ke Kali Gendol, Sleman, Yogyakarta. Lava panas juga sudah mulai muncul dipermukaan.

Munculnya semburan awan panas yang untuk kali kesekian untuk hari ini (29/1) sempat membuat warga yang sudah kembali ke rumah pagi tadi menjadi panik. Mereka pun kembali ke zona aman, paling tidak di luar radius 10 kilometer dari Gunung Merapi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi kembali mengimbau masyarakat agar tetap bertahan di tempat-tempat pengungsian sampai batas waktu yang tidak ditentukan.http://berita.liputan6.com/ibukota/201010/303903/Semburan.Awan.Panas.Kembali.Terjadi#
0 komentar

Mbah Maridjan, Sang Ksatria Penjaga Merapi

Diposting oleh antonz d'line di 15.27
Willy Haryono
29/10/2010 12:47 | Gunung Merapi
Liputan6.com, Sleman: Kepergian Mbah Maridjan meninggalkan sejuta kenangan di hati. Sulami, salah satu putri Mbah Maridjan, mengaku bangga terhadap dedikasi dan kesetiaan sang ayah.

"Kami sangat bangga kepada bapak, kami anggap beliau sebagai seorang ksatria yang tidak pernah mundur dari medan perang," ucapnya di Hot Shot SCTV, Jumat (29/10).

Sulami yang selama ini tinggal di Jakarta teringat kepada pesan sang bapak pada 2006. Ketika itu Merapi menunjukkan aktivitas vulkanik yang tak biasa dan dinyatakan berbahaya. Melalui sambungan telepon, pria berumur 80 tahun lebih itu berusaha menenangkan Sulami.

"Nak, kamu nggak usah panik, bapak adalah milik Allah, bapak nggak takut, bapak sangat ikhlas," tutur Sulami mengulangi perkataan sang ayah.

Kepasrahan kepada Tuhan dan kesetiaan terhadap amanat ditunjukkan Mbah Maridjan hingga akhir hayat. Hal itu terlihat saat tim penyelamat menemukan jasad sang juru kunci Merapi dalam posisi bersujud di atas sajadah.http://showbiz.liputan6.com/berita/201010/303870/Mbah.Maridjan.Sang.Ksatria.Penjaga.Merapi
0 komentar

Jumat, 03 September 2010

1000 Kisah Tentang Ibu

Diposting oleh antonz d'line di 15.23


Ibu (Wanita yang Memberikan keteduhan)


Ibu adalah seorang manusia yang penuh ketulusan dan kasih sayang yang tiada banding, dan ibu adalah sebuah anugerah yang maha agung yang diberikan Sang Pecipta kepada kita semua di dunia ini.
Dalam kehidupanku ini, ibu mempunyai peranan yang sangat penting. Beliau selalu memberikan kasih sayang lebih kepada anak dan beliau selalu membimbing agar kita menjadi anak yang cerdas patuh kepada orang tua dan beguna bagi agama nusa dan bangsa.
Dalam hidup ini ibu bagaikan rumah yang selalu memberikan keteduhan pada setiap penghuninya. Dan ibu selalu memberikan ketenangan, kenyamanan, dan kasih sayang yang lebih dari segalanya kepada setiap anaknya. Betapa besar pengorbanan beliau saat melahirkan kita ia bersusah-payah bahkan ada yang sampai mengorbankan nyawa dirinya sendiri demi melahirkan kita.
Mungkin semua kasih dan sayangnya takkan pernah bisa terganti dengan apapun meski kita telah memberikan beribu barang berharga ataupun emas permata. Jadi sebagai seorang anak kita harus selalu sayang dan patuh kepada perintahnya, yang biasanya menuju kebaikan hidup ini.
                                                                                                           
m.antonsujarwoformom
0 komentar
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

Blog Archive

  • ▼  2011 (6)
    • ▼  April (1)
      • Roadshow Eagle Awards 2011 "Bagimu Indonesia"
    • ►  Januari (5)
  • ►  2010 (5)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
  • ►  2009 (13)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Mei (5)

Followers

 

© 2010 My Web Blog
designed by DT blog templates | Bloggerized by Anton19 | Zoomtemplate.com